Curhat: Sebelumnya perkenalkan nama saya Normi (bukan nama sebenarnya), umur 27thn, berdomisili di kota Tanjung Karang, Bandar Lampung. Saya tahu pak bambang dari buku bapak yang saya baca “LANGKAH JITU Memulai Bisnis Dari NOL dan “Curhat BISNIS”, pada kesempatan ini saya ingin curhat mengenai usaha dengan pak bambang.
Saat ini saya sedang menjalankan usaha jasa perbaikan komputer, yang mana usaha ini sudah berjalan dari tahun 2003 sampai sekarang, saya menjalankan usaha ini di rumah (saya masih tinggal dengan orang tua dan belum menikah) dengan menempati ruang tamu. Rumah saya memang persis dipinggir jalan jadi lumayan terjangkau, ingin mengontrak kios belum ada biaya, jadi terpaksa saya tetap menggunakan ruang tamu untuk usaha (meski saya sadar itu memang kurang layak).
O ya saya tadinya bekerja pada sebuah toko komputer dan saya sebagai tenaga teknisinya, karena melihat peluang akhirnya saya keluar dan memutuskan untuk usaha sendiri. Pada awal usaha saya hanya melayani jasa service saja, karena waktu itu saya tidak punya modal apa2 untuk menjual produk hardware/accessories komputer, setelah berjalan beberapa waktu usaha saya mulai berjalan baik sampai pada akhirnya ada seorang teman yang menawarkan saya pinjaman dana untuk pengadaan barang berupa hardware/accessories komputer, tanpa tedeng aling-aling saya pun menyepakati persyaratan yang kami buat, setelah dapat dana saya langsung membelanjakannya untuk stok barang.
Setelah beberapa waktu mulailah timbul masalah! Uang penjualan tercampur aduk dengan uang pribadi dan uang hasil jasa, pada akhirnya saya bingung dan tidak bisa mengelolanya hingga akhirnya saya gagal dan bangkrut, barang habis uang entah kemana, yang saya tinggalkan sekarang adalah hutang…saya sempat drop dan sempat berhenti, tapi saya sadar itu semua tidak menyelesaikan masalah saya, akhirnya tahun 2006 saya mulai “buka” lagi meskipun sudah tidak punya apa2 dan menanggung hutang yg bagi saya nilainya cukup memberatkan, sampai skrang usaha saya masih berjalan dan hanya melayani jasa service saja, (balik lagi ke awal…he..he..).
Saya punya keinginan untuk membuat usaha saya jadi besar pak, tidak hanya untuk pribadi, tapi saya juga ingin menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, saya sadar itu tidak mudah, untuk itu saya mohon bantuan pak bambang, saya ingin bergabung dengan komunitas bapak, IES. bagaimana caranya? Mungkin di IES saya bisa mendapatkan pengalaman berharga dan juga untuk menambah wawasan saya mengenai seluk-beluk bisnis.
Demikian pak curhat saya, tolong dibales ya pak! O ya pak!! bagaimana kalo pengalaman bisnis bpk di bukukan juga? untuk buku bapak sebelumnya sudah enak dibaca, dan memberikan banyak pencerahan tentang bisnis, saya takut pesaing-pesaing saya membacanya juga..(he..he..segitunya). saya nantikan buku berikutnya dari bapak. Saya sangat berteima kasih atas waktu Bapak membalas email saya. Salam hormat.
Tanggapan Saya:
Pertama, saya ucapkan terima kasih telah membaca buku saya. Dan saya ucapkan selamat, anda telah berjuang mengembangkan bisnis. Pesan saya:
1. Bersabarlah, apa yang anda alami adalah suatu anugerah untuk menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan. Teruslah berupaya mengembangkan bisnis, jika tidak, pengalaman yang selama ini akan sia-sia belaka, tak ada nilainya. Jika diteruskan dengan sikap mau belajar yang tinggi, saya percaya di depan sana akan banyak orang yang mendukung anda.
2. Anda pasti perlu dukungan orang lain, entah itu tenaga, pikiran dan modal. Untuk mendapatkan semua itu, jadilah anda pribadi yang mudah dibantu. Pribadi yang mudah dibantu adalah pribadi yang gampang bergaul, gampang membantu orang lain, jujur, dan punya cita-cita yang jelas. Cobalah anda lihat, orang-orang yang banyak menyendiri, menyepelekan persahabatan, menyelepekan amanah orang, kelak akan sulit mendapat dukungan orang lain. Dan jika anda selalu katakan ke orang-orang yang tepat bahwa anda akan mengembangkan bisnis anda menjadi sebesar perusahaan tertentu (carilah contoh di daerah anda yang cukup besar), para pendukung anda akan bicara “O o, kamu ingin seperti itu ya, saya bisanya membantu doa, membantu tempat yang murah, membantu mengenalkan dengan seorang pengusaha ini dan seterusnya. Dukungan seperti itu, akan datang. Percayalah. Dan tak usah kaget, kelak ada juga orang yang mencemooh. Abaikan saja mereka.
3. Peganglah komitmen bahwa anda mau membayar hutang. “Terburu-burulah kalau anda membayar hutang,”begitu kata Pak Ustad. Jadi jika ada uang, segeralah mencicil hutang.
4. Setiap hari, lakukanlah tindakan yang memungkinkan bertambahnya pelanggan, misalkan menyebar brosur, datang ke kantor-kantor menawarkan jasa anda, menelepon/kirim fax/email menawarkan jasa anda kepada para calon pelanggan dan lain-lain. Hasilnya pasti tidak instan. Mungkin tahun depan baru akan terasa dampaknya. Tidak apa-apa, apalagi tempat bisnis anda di rumah, tidak usah sewa tempat.
5. Karena di Lampung belum ada perwakilan IES (Indonesian Entrepreneur Society), anda sebaiknya cari pergaulan pengusaha, bisa datang ke pameran bisnis, ikut milis bisnis, buka web yang berkaitan dengan wirausaha. Pendeknya carilah pergaulan pebisnis. Anda bisa mulai dengan kenalan lebih dekat dengan suplier komputer.
6. Insya Allah, dalam waktu dekat saya akan menerbitkan buku Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol, versi baru yang didalamnya ada pengalaman bisnis saya dan juga relasi saya.
Semoga bermanfaat. Salam sukses.***